BNI Syariah Bidik Salurkan KPR FLPP Rp64,4 Miliar di Triwulan I 2021

BNI Syariah Bidik Salurkan KPR FLPP Rp64,4 Miliar di Triwulan I 2021 – BNI Syariah lagi ditunjuk sebagai Bank Penyalur KPR Sejahtera Syariah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) terhadap tahun 2021 oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

BNI Syariah Bidik Salurkan KPR FLPP Rp64,4 Miliar di Triwulan I 2021

bni-syariah-bidik-salurkan-kpr-flpp-rp644-miliar-di-triwulan-i-2021

Hal selanjutnya ditandai bersama penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) bersama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR yang ditunaikan secara online serta offline di Auditorium Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Direktur Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah, Iwan Abdi berharap bersama ditunjuknya lagi BNI Syariah sebagai Bank Penyalur FLPP, dapat menambah portofolio pembiayaan konsumer dan menunjang Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk miliki rumah.

“Hal ini merupakan bentuk perlindungan BNI Syariah terhadap program Pemerintah,” kata Iwan Abdi didalam keterangannya di Jakarta, Rabu (23/12/2020). Baca Juga: BNI Syariah Gandeng PT Digital UMKM Indonesia Bidik Pembiayaan Mikro Rp1 Miliar

Pada triwulan pertama 2021, BNI Syariah menargetkan dapat menyalurkan pembiayaan KPR Sejahtera Syariah FLPP sebesar Rp64,4 miliar atau 600 unit yang nantinya BNI Syariah dapat mengajukan tambahan kuota kepada PPDPP seandainya tujuan selanjutnya tercapai lebih cepat.

Untuk mencapai tujuan ini, BNI Syariah udah menyusun kiat di antaranya yakni memprioritaskan segmen nasabah fix income berpenghasilan tidak cukup berasal dari Rp 8 juta, pemasaran untuk tempat yang potensial didalam penyaluran FLPP, serta laksanakan kerjasama spesifik bersama developer yang udah join didalam asosiasi yang udah memiliki pengalaman bersama track record baik.

“Penyaluran KPR FLPP BNI Syariah terhadap tahun depan diutamakan untuk nasabah yang belum pernah miliki rumah,” tukasnya.

Dalam acara penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) bersama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR terhitung ditunaikan peluncuran aplikasi Sistem Informasi Pemantauan Konstruksi (SiPetruk). Peluncuran aplikasi ini untuk meyakinkan kualitas hunian yang dibangun pengembang cocok bersama ketetapan yang ditetapkan pemerintah.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR, Basuki Hadimuljono menyatakan tiap-tiap rumah subsidi yang dibangun harus memenuhi ketetapan teknis bangunan, yakni syarat-syarat kelaikan hunian yang meliputi keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan serta memenuhi syarat-syarat tata bangunan dan lingkungan, yang merupakan syarat didalam mewujudkan perumahan sehat dan berkelanjutan.

“Kualitas bangunan tidak dapat ditawar, karena itu merupakan syarat dasar yang harus dipenuhi oleh para pengembang untuk sediakan hunian layak bagi masyarakat” tegas Menteri Basuki.

Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin menyampaikan realisasi penyaluran FLPP tahun 2020 per 17 Desember 2020 udah mencapai Rp10,87 triliun untuk 105.960 unit rumah, atau sebesar 103,38%. Sehingga total penyaluran FLPP berasal dari tahun 2010 hingga 17 Desember 2020 udah mencapai Rp55,24 triliun untuk 761.562 unit rumah.

“Kami laksanakan evaluasi penyaluran FLPP tahun 2020 berdasarkan Kinerja realisasi penyaluran Dana FLPP, Ketepatan sasaran KPR Sejahtera serta perlindungan operasional” terang Arief.

Sedangkan didalam memilih kuota awal Tahun 2021, PPDPP mengambil keputusan syarat-syarat berdasarkan Data Realisasi FLPP, Data Potensi Debitur SiKasep, dan Nilai Evaluasi Bank. Selain itu, didalam penyaluran FLPP Tahun 2021 Arief tunjukkan PPDPP akan berfokus terhadap Kinerja Realisasi Penyaluran FLPP, Ketepatan Sasaran KPR Sejahtera FLPP, dan Kualitas Bangunan Rumah Subsidi.

Adapun sebanyak 30 bank pelaksana KPR FLPP yang ditunjuk pemerintah, terdiri berasal dari 9 Bank Nasional dan 21 Bank Pembangunan Daerah, baik Konvensional maupun Syariah yakni Bank BTN, Bank BTN Syariah, Bank BNI, Bank BNI Syariah, Bank Mandiri (JK:BMRI), Bank BRI (JK:BBRI), Bank BRI Syariah (JK:BRIS), Bank BRI Agro, Bank Artha Graha, BPD BJB (JK:BJBR), BPD Sumselbabel, BPD Sumselbabel Syariah, BPD NTB Syariah, BPD Jatim, BPD Jatim Syariah, BPD Sumut, BPD Sumut Syariah, BPD NTT, BPD Kalbar, BPD Kalbar Syariah, BPD Nagari, BPD Nagari Syariah, BPD Aceh Syariah, BPD Riau Kepri, BPD Riau Kepri, Syariah BPD DIY, BPD Kalsel, BPD Kalsel Syariah, BPD Jambi, dan BPD Jambi Syariah.

Pemerintah lagi menggulirkan Dana perlindungan pembiayaan perumahan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) terhadap tahun 2021 bersama alokasi anggaran Rp9,1 triliun untuk 157.500 unit rumah lewat 30 bank pelaksana. Anggaran selanjutnya terdiri berasal dari Dana DIPA sebesar Rp16,62 triliun dan proyeksi pengembalian pokok sebesar Rp2,5 triliun.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *