Bank Kalsel Tetap Pede Laba Tumbuh 9,43% di 2021

Bank Kalsel Tetap Pede Laba Tumbuh 9,43% di 2021

Bank Kalsel Tetap Pede Laba Tumbuh 9,43% di 2021 – Situasi pandemi Covid-19 ini tak menyebabkan Bank Kalsel pesimis menghadapi usaha di tahun 2021. Setelah sukses raih Peringkat Komposit 2 (PK-2) pada tahun 2020, Bank milik Pemerintah Daerah Kalimantan Selatan ini menyambut tahun baru bersama dengan yakin diri dan optimisme yang tinggi meski proyeksi ekonomi 2021 belum menentu.

Bank Kalsel Tetap Pede Laba Tumbuh 9,43% di 2021

Bank Kalsel Tetap Pede Laba Tumbuh 9,43% di 2021

agentura-prace.com – Dalam melakukan rencana ekspansi usaha di masa perekonomian yang terdampak wabah Covid-19, Bank kalsel menyita kiat dan langkah-langkah konservatif dimana berfokus pada upaya optimalisasi lini usaha yang telah menjadi kekuatannya. Strategi utama Bank Kalsel tahun 2021 masih relevan bersama dengan tahun 2020, dimana berfokus pada dua Grand Strategy, yaitu IT Development dan People Development.

IT Development difokuskan pada digitalisasi pada layanan bank, meliputi Migrasi Core Banking, mgslotonline Membangun Big Data, Customer Digital Experience, Pengembangan Produk dan Layanan Digital dan juga Memperkuat Kapabilitas Digital.

Sedangkan People Development fokus pada menyiapkan kapasitas dan kompetensi pegawai dalam menghadapi tantangan industri perbankan ke depan sekaligus menyambut masa perbankan digital. Baca Juga: Bank Kalsel Ajukan Tambahan Kuota FLPP berasal dari PUPR dan PPDPP

Untuk implementasi selanjutnya di tahun 2021, dua Grand Strategy ini diturunkan ulang ke dalam tiga fokus strategi. Pertama, ialah optimalisasi pendapatan, sebagai upaya untuk dapat mempertahankan rentabilitas dalam tingkatan yang wajar. Kedua, efisiensi biaya, sehingga dapat meminimalkan seluruh pos-pos pengeluaran berdasarkan skala prioritas. Ketiga, memelihara kualitas kredit, yaitu berfokus pada kredit yang berkualitas baik dan mengoptimalkan penagihan.

Direktur Utama Bank Kalsel, Agus Syabarrudin menyampaikan, pihaknya selama 2021 akan mengimplementasikan tiga fokus kiat dimaksud dalam tiga jenis bisnis. Dengan kiat dan jenis usaha ini, Bank Kalsel optimis menatap tahun 2021, yang mana Agus yakin kinerja di 2021 dapat tumbuh bersama dengan baik layaknya halnya tahun 2020.

“Dalam implementasinya, fokus kiat ini akan kita wujudkan dalam tiga jenis usaha sebagai Key Success Factor untuk tetap dapat konsisten bertumbuh di sedang krisis,” ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (6/1/2021).

Adapun tiga jenis usaha selanjutnya ialah pertama Survival Mode, bagaimana bank memanfaatkan kapabilitas yang dimilikinya untuk konsisten dapat bertumbuh di sedang ketidakpastian perekonomian dan persaingan.

Kedua, Adaptive Mode yaitu bagaimana bank dapat mengatasi kelemahan dantantangan yang dihadapi untuk menciptakan usaha yang dapat beradaptasi dalam memenuhi permintaan pasar dan menciptakan customer experience yang baik. Terakhir, Offensive Mode, bagaimana bank dapat mendeteksi dan menanggapi setiap kesempatan yang ada dan memanfaatkannya untuk menjadi potensi keuntungan bank.

“Kami yakin bersama dengan kiat dan jenis usaha ini, Bank Kalsel dapat bertahan, dapat beradaptasi bersama dengan kondisi yang ada, sekaligus menambah kinerja usaha dan kerjasama bersama dengan stakeholder,” paham Agus.

Selain itu, Agus juga optimis vaksinasi covid-19 yang direncanakan pemerintah untuk menjadi dikerjakan pada kuartal I 2021 akan mengimbuhkan stimulan pada sektor layanan keuangan.

“Mengacu pada RBB 2021, obyek Bank Kalsel tahun ini dapat raih pertumbuhan Aset sebesar 8,41%; pertumbuhan Kredit sebesar 6,50%; pertumbuhan Laba sebesar 9,43%; dan pertumbuhan Modal Inti sebesar 12,87%.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *